PURWAKARTA, iNews.id - Sejumlah hotel dan restoran di Purwakarta banyak terbengkalai akibat penerapan PPKM. Beberapa hotel sudah tidak lagi terawat dan sejumlah ruangan sudah dipenuhi sarang laba-laba dan ilalang.
Para pengelola sudah tak sanggup lagi menjalankan usahanya karena tidak ada lagi pengunjung. Bahkan beberapa hotel dan restoran yang ada di Purwakarta berencana akan segera dijual.
Usaha mereka di sektor perhotelan dan restoran dirasa berat sejak dimulai PSBB setahun lalu. Kemudian situasi diperparah dengan penerapan PPKM Darurat sebulan lalu. Akibatnya usaha mereka semakin terpuruk dan tak bisa bangkit kembali di masa pandemi Covid-19.
Menurut juru bicara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Purwakarta, Adha Ismail, kondisi seperti ini dialami oleh seluruh hotel di Purwakarta. Dari 18 hotel yang tercatat di asosiasi, terdapat dua hotel sudah tutup total dan dua lagi akan dijual. Hal ini karena pengelola sudah tidak mampu lagi membiayai operasional.
"Tingkat okupansi hotel menurun tajam hingga 75 persen. Dari yang biasanya terisi minimal 10 kamar setiap hari, kini untuk mengisi satu kamar saja harus nunggu satu hingga dua hari," kata dia, Jumat (6/8/2021).