"Beliau juga meminta agar kendaraan tempur yang diproduksi Pindad harus dilengkapi dengan drone dan tracing system," tutur Dirut PT Pindad.
Untuk diketahui, tank Harimau buatan PT Pindad memiliki spesifikasi berat total 32 ton, kecepatan maksimum: 78 km per jam, tenaga mesin: 711 Tenaga Kuda, transmisi: otomatis penuh.
Jarak jelajah 450 kilometer (km), rasio tenaga terhadap berat: 22,2 hp per ton, kaliber meriam: Cockerill 105 mm, laras panjang.
Senapan kedua: senapan mesin 7.62 mm. Selain itu, Harimau medium tank juga dilengkapi granat asap.
Dalam riwayatnya, kerja sama proyek ini sudah digagas pada 2010. Setelah menyelesaikan tahap desain dan pengembangannya, produksi mulai dilakukan pada 2019. Sebelum diproduksi secara massal, prototipe Harimau Medium Tank ini telah menjalani serangkain tes.
Tank Harimau Pindad ini menjadi tank produksi Indonesia pertama yang sepenuhnya memenuhi standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Harimau Medium Tank ini diharapkan memperkuat alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dikutip dari situs Pindad, Harimau Medium Tank Kanon 105 mm ini merupakan kendaraan tempur dari PT Pindad (persero) yang didukung Kemenhan.