Deni melanjutkan, ada variasi dukungan terhadap pasangan calon (paslon) menurut demografi. Ridwan Kamil-UU, misalnya, sementara unggul di perkotaan, etnis Sunda, Jawa, Cirebon, dan kalangan berpendidikan lebih tinggi. Sementara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi unggul di pedesaan, etnis Betawi, dan kelompok berpendidikan rendah.
Sentimen partai dalam memilih calon cukup terlihat, walaupun tidak selalu konsisten. Pasangan Ridwan Kamil-UU dan Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi sementara unggul di masing-masing massa pemilih partai pengusungnya. Ridwan Kamil-UU unggul digabungan pemilih NasDem, PKB, PPP, dan Hanura. Sementara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi unggul digabungan pemilih Golkar dan Demokrat.
Namun demikian, hal yang sama tidak atau setidaknya belum terjadi pada pasangan TB Hasanuddin-Anton dan Sudrajat-Syaikhu. Massa pemilih partai pengusung pasangan TB Hasanuddin-Anton (pemilih PDIP) dan Sudrajat-Syaikhu (pemilih Gerindra, PKS, dan PAN) sejauh ini malah lebih banyak yang memilih pasangan Ridwan Kamil-UU.
Dukungan warga terhadap masing-masing calon masih bisa berubah. Warga Jabar umumnya baru akan menetapkan pilihan dalam periode beberapa minggu menjelang pilkada sampai dengan hari -H.