"Kami hanya sedikit bikin tempat pengungsian karena menjaga penyebaran Covid-19. Jadi pengungsi diatur untuk tinggal di rumah warga yang rumahnya tidak kebanjiran. Alhamdulilah warga yang rumahnya ketempatan oleh pengungsi, menerima dengan ikhlas," ujarnya.
Menurut Asep, ada empat wilayah RT yang menderita banjir paling parah yaitu RT 01, 02,03 dan RT 07 persisnya di Kampung Pengasinan, Desa Karangligar.
Evakuasi warga yang sudah dilakukannya mengalami sedikit kesulitan karena terbatasnya perahu karet. "Sampai tengah malam kami menjemput warga yang terjebak banjir karena ketinggian air mencapai 2 meteran. Perahu karet cuma dua unit dan warganya mencapai 1.800 orang, semua harus diungsikan, " katanya.
Asep meminta pemerintah bekerja cepat membantu warga yang mengungsi. Meski tinggal di rumah keluarganya, namun kebutuhan logistik harus dipenuhi sendiri. "Bantuan logistik kami antar langsung ke tempat warga agar mereka tidak boleh berkumpul mengambil logistik," katanya.