"Untuk memastikan penyebab ledakan dan kebocoran ini, kami masih melakukan investigasi di sumur gas JTB 55. Saat ini, Pertamina melakukan pendinginan sumur gas agar tidak terjadi ledakan," kata Renita di Indramayu.
Selain mengatasi kebocoran, ujar Renita, pihaknya juga mendata warga terdapak bocornya sumur gas bersama pihak Kecamatan Kedokan Bunder dan pemerintah desa setempat.
"PT Pertamina Asset III Region Jawa masih melakukan investigasi terkait bocornya sumur gas aktif yang terletak tidak jauh dari lokasi pemukiman warga tersebut.
Hingga Rabu petang, sumur Pertamina masih menyemburkan gas. Akibatnya ratusan warga yang tinggal di sekitar lokasi sumur, panik. Mereka khawatir sumur gas aktif tersebut meledak sehingga mengakibatkan dampak yang lebih besar dan fatal.