Pengamatan kegempaan tercatat 12 kali gempa embusan dengan amplitudo 1,5-6 mm, dan lama gempa 8-16 detik. Delapan kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 1,5-7 mm, dan lama gempa 10-13 detik. Tercatat, satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1.5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 50 detik.
PVMBG merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, dan pendaki tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas, tidak diperbolehkan menginap/berlama-lama di dalam kawasan kawah-kawah aktif.
Segera menjauhi atau meninggalkan area sekitar kawah jika teramati peningkatan intensitas atau ketebalan asap kawah dan atau jika tercium bau gas yang menyengat untuk menghindari potensi bahaya paparan gas beracun maupun erupsi freatik.
Waspadai peningkatan konsentrasi gas-gas vulkanik yang dapat terjadi secara tiba-tiba, yaitu dengan tidak berlama-lama berada di sekitar area kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.
Waspadai pula letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala peningkatan vulkanik yang jelas.
"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu, tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Tangkuban Parahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," ujar Hendra Gunawan.