Dari warung kelontong inilah Eman bisa sekolah tinggi ilmu hukum yang mengantarkannya menjadi hakim.
"Eman kuliah hukum di Universitas Pasundan Bandung. Meski dari warung kelontong kecil-kecil, tapi bisa membiayai kehidupan sehari-hari dan kuliah Eman," kata Aneng.
Dia menuturkan, Eman merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Sebagai sulung, Eman punya seorang adik perempuan, dua adiknya lagi merupakan dari ibu sambung.
"Ibu kandungnya meninggal dan saya menikah lagi membawa dua anak," ucapnya.
Menurut Aneng, anaknya Eman dikenal sebagai sosok yang pendiam. Dia juga jarang bergaul dengan temannya dan banyak di rumah. Meski begitu, di sekolah Eman selalu berprestasi dan menjadi juara kelas.
"Sekolah rangking satu, dua atau tiga di sekolah," katanya.
Cita-cita Eman untuk menjadi hakim sudah diniatkan saat menjadi mahasiswa hukum Pasundan. Bahkan ketika selesai kuliah, dia diterima kerja di Pertamina, namun Eman memilih untuk masuk kehakiman.
"Dia memilih masuk kehakiman karena itu cita-citanya sejak lama," katanya.