Soal Kelangkaan Minyak Goreng, Dedi Mulyadi: Masak Negara Kalah oleh Mafia

Agus Warsudi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi berdialog dengan pedagang pasar. (Foto: ISTIMEWA)

Sekarang, tutur Kang Dedi, saat harga tak lagi diatur pemerintah dan diserahkan ke pasar tiba-tiba stok minyak goreng menjadi melimpah. Meskipun harga jual naik signifikan.

“Artinya ada mafia yang sengaja menyimpan barang dulu. Kemudian setelah dibuka ruang mereka menjual dengan harga sesuai keinginan. Nah publik harus paham dong siapa saja yang terlibat,” tutur eks Bupati Purwakarta ini.

Kang Dedi berharap pansus bisa segera menemukan titik terang mengenai permasalahan minyak goreng. Terlebih dalam hitungan hari mayoritas warga Indonesia akan memulai ibadah Ramadhan dan permintaan bahan pokok akan sangat meningkat.

Diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi kembali mangkir dari rapat gabungan yang digelar DPR RI pada Rabu (16/3/2022). Ini adalah kali kedua Mendag tak hadir dalam rapat yang salah satu fokusnya membahas masalah kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi kecewa dengan sikap Mendag yang kembali tak hadir untuk diminta penjelasannya terkait permasalah minyak goreng. “Dari sisi kelembagaan kita menghadirkan Mendag saja dua kali tidak bisa. Artinya sudah ada pelecehan terhadap lembaga ini,” ujar Kang Dedi.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ketua Umum Perindo Hary Tanoe Paparkan Langkah Konkret Atasi Persoalan Minyak Goreng

57 tahun lalu

Minyak Goreng Curah Subsidi Dipasok Khusus di Pasar Tradisional, Menko Airlangga: Tersedia 200.000 Ton per Bulan

57 tahun lalu

Tinjau Pabrik Minyak Goreng, Kapolri Pastikan Stok dan Harga Sesuai HET di Pasaran

57 tahun lalu

Kapolri Tinjau Pabrik Minyak Goreng di Bali, Pastikan Stok dan Harga Sesuai HET

57 tahun lalu

Takut Kehabisan, Emak-Emak di Subang Berlarian Serbu Operasi Pasar Minyak Goreng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal