Sintren, Tarian Mistis dari Cirebon yang Digunakan untuk Kelabui Belanda

Uyung Nuha
Penari Sintren. (Foto: Dok Pemkot Cirebon)

Gerakan Temohon yaitu penari akan mendatangi penonton yang hendak memberikan uang sebagai ucapan terima kasih.

Dalam prosesi tari sintren itu ada dua hal yang menonjol yaitu kurungan ayam atau Ranggap dan uang. Kurungan ayam yang berbentuk melengkung menggambarkan fase kehidupan manusia.

Dalam hidup, ada kalanya manusia di atas namun ada pula saat-saat manusia di bawah. Hal ini akan mengingatkan manusia terhadap dari dan ke mana mereka berasal, atau yang oleh masyarakat Jawa disebut “sangkan paraning dumadi”.

Berikutnya adalah uang. Uang dilemparkan oleh para penonton saat Nyi Putri menari. Anehnya, saat dilempar uang penari justru jatuh pingsan. Hal ini menjadi pengingat bagi manusia agar tidak terlalu mendewakan duniawi dalam hidup.

Pingsannya penari mengingatkan penonton bahwa serakah terhadap dunia justru akan membuat manusia jatuh.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berenang di Sungai Cisanggarrung Cirebon, 2 Pelajar SMP Tenggelam Belum Ditemukan

57 tahun lalu

Pelabuhan Kejawanan Cirebon Dampak Solar Langka, Ratusan Kapal Menumpuk

57 tahun lalu

Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Timpa Truk di Pantura Cirebon

57 tahun lalu

Puluhan Pemudik Nyasar di Pantura Cirebon, Terbawa Iring-iringan Wisata Warga Lokal

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran, Kendaraan Padat Merayap di Simpang Empat Palimanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal