"Saya jawab yang pertanyaan yang tadi meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan Habib Bahar menerangkan harus mencintai Gusti Rasul dan Habaib," jawab Dedi.
Aziz lalu bertanya kepada Dedi soal ada atau tidaknya penyampaian dari Dedi ketika di-BAP polisi mengenai enam laskar FPI yang dibantai hingga dicopot kukunya. Dedi pun mengatakan, bahwa dirinya tak pernah memberi keterangan tersebut kepada kepolisian ketika menjalani BAP.
Dedi juga membantah dirinya memberi keterangan di BAP yang menyinggung Habib Rizieq Shihab. "Pendapat saya terkait enam pengawal beliau, enam laskar beliau dibunuh, dibantai, disiksa, dicopot kukunya, dibantai, dikuliti, kemaluanya dibakar, mereka dibikin seperti binatang itu adalah informasi yang berlebihan dan banyak media yang memberitakan berita hoaks karena pandangan saya aparatur negara tidak akan melakukan hal yang sedemikian dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, ada ucapan seperti itu?" tanya Aziz mengulang pernyataan di BAP.
"Enggak," jawab Dedi.
"Lalu, pendapat saya Al Habib Rizieq bin Husein Shihab ditangkap kemudian ditahan karena melakukan tindakan berupa tidak mematuhi protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah sehingga perbuatan Al Habib Rizieq bin Husein Shihab dapat di proses hukum yang berlaku di Indonesia, benar ada pernyataan seperti itu?" tanya lagi Aziz.
"Enggak pernah," ucap Dedi.
Keterangan serupa disampaikan saksi Agus. Menurut dia, ada sejumlah keterangan di BAP yang tidak sesuai. Ketika di-BAP, dia menegaskan tak pernah bicara Maulid Nabi Muhammad dan kematian enam Laskar FPI. "Pernah gak bicara soal Maulid Nabi dan sebagainya?" tanya Aziz.