Disinggung soal perawatan mesin mengingat usianya sudah tua, menurut Sofyan, cukup mudah. Yang penting jangan lupa memberikan pelumas atau oli saat terdengar suara aneh dari meesin. "Untuk perawatan ya, asal jangan lupa kasih oli aja. Kalo udah kedengaran suara-suara aneh, banjur (siram) ku (dengan) oli," tuturnya.
Kapasitas produksi, mesin cetak yang ada mampu menghasilkan 800 lembar cetakan berhuruf Braille per jam. "Namun untuk Alquran, paling bisa itu tiga set Alquran Braille. Artinya, 100 Alquran Braille per bulan, kurang lebihnya seperti itu," ucap Sofyan.
Selain di dalam negeri, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, pesanan Alquran dengan huruf Braille ini juga banyak dipesan oleh penyandang tunanetra di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). "Pesanan dari luar negeri gak banyak paling dari Malaysia dan Singapura. Itu pun cuman satu," tutur Sofyan.
Kebutuhan akan Alquran Braille sangat tinggi. Sebab minat penyandang tunanetra untuk membaca Alquran meningkat. Mereka juga ingin bisa membaca ayat suci Alquran seperti umat Islam lainnya.