Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Miliki Fungsi Ganda Satu-Satunya di Indonesia

Sintia Putri Balqis
Sejarah Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Jawa Barat menyimpan cerita menarik. (Foto: Antara).

Peran Kanjeng Prabu 

Dalam pembangunan Jembatan Cirahong, banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Kala itu pemerintah kolonial Belanda sedang membangun jalan kereta api jalur selatan yang melintasi Bandung, Garut, Tasikmalaya dan Banjar, lalu menyambung ke Jawa Tengah. 

Dengan membangun jalur kereta api, Belanda berharap bisa mempermudah jalur angkutan barang maupun mobilitas penduduk untuk efektivitas dalam mengontrol kawasan jajahannya. 

Pada awalnya, Jembatan Cirahong tidak direncanakan dibangun. Perencanaan jalur kereta api dari Tasikmalaya ini tidak melewati Ciamis, namun melewati Cimaragas atau sebelah selatan sungai Citanduy. 

Biaya yang sangat mahal menjadikan Belanda harus mempertimbangkan pelintasan kereta api di Kota Ciamis. 

Kanjeng Prabu atau pemilik nama R.A.A Kusumadiningrat, seorang Bupati Galuh Ciamis 1839-1886 mendengar berita tersebut. Namun, sayang saat itu Kanjeng Prabu sudah pensiun dari jabatannya. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Mobil Masuk Saluran Irigasi di Grobogan, 1 Orang Tewas

57 tahun lalu

Tak Ada Jembatan, Siswa SMP di Medan Seberangi Sungai Deli Lewat Pipa Air ke Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras, 2 Jembatan di Bondowoso Retak dan Ambles 

57 tahun lalu

68 Jembatan Rawan Ambruk di Jatim, TNI Turun Tangan

57 tahun lalu

Arus Balik lebaran di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar di Hari Pertama Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal