Program bantuan ini telah memasuki tahun keempat sejak diselenggarakan pada 2019 silam. Di awal pelaksanaannya, bantuan insentif diberikan kepada 171.131 orang pengajar agama. "Kemudian pada 2020, total penerima bertambah sebanyak 40.324 orang, sehingga menjadi 211.455 orang," ujar Farhan Ikhsan.
SDG, tutur Farhan, berharap Ganjar berhasil menjadi presiden dan membuat lebih banyak program yang berguna untuk kalangan santri di Indonesia. "Semoga nanti ada program pemberdayaan para santri dengan ekonomi kreatif agar para santri bisa mandiri," tuturnya.
Farhan Ikhsan mengatakaan, relawan SDG Jabodetabek berkomitmen terus menyosialisasikan figur Ganjar ke pesantren-pesantren lain di wilayah Jabodetabek. SDG akann menjalin silaturahmi dengan para ulama, untuk menyukseskan sosialisasi tersebut.
Sementara itu, pengurus Ponpes Al-Fath Jalen Abdur Rohim mengapresiasi kegiatan doa bersama yang digelar para relawan SDG Jabodetabek. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk para santrinya.
"Kita bisa berselawat bersama, silaturahmi, lalu dengan acara ini, para santri jadi tahu dan mengenal bagaimana profil Pak Ganjar yang sangat baik," kata Abdur Rohim.
Dengan kedekatan Ganjar pada pesantren, Abdur Rohim berharap Ganjar Pranowo bisa membantu pesantrennya bila berhasil menjadi presiden. Menurutnya, pesantren di tempatnya memerlukan sejumlah bantuan agar bisa menampung lebih banyak santri yang ingin belajar agama.
"Saya sangat mendukung Pak Ganjar, karena beliau dekat sekali dengan para santri dan ulama. Semoga Pak Ganjar bisa terpilih jadi presiden Indonesia 2024," ujarnya.