Rencana ke depan, kata dia, penanaman mangrove juga akan dilakukan di sekitar lokasi jembatan penghubung Cibenda-Karangtirta.
Akan tetapi, saat ini terkendala dengan sampah yang terbawa hanyut arus laut dan sungai yang bisa merusak tanaman. Sampah berupa ranting pohon, batang pohon pisang busuk dan plastik terus menjadi ancaman kelestarian di sekitar kawasan.
Sementara itu, pertumbuhan mangrove di kawasan Muara Karangtirta sudah bagus dengan tingkat kematian sangat rendah. Akan tetapi, tingkat kematiannya akan tinggi gegara sampah yang menumpuk.
"Pernah dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melakukan penanaman mangrove 30.000 pohon, karena tidak ada pemeliharaan akhirnya punah terganggu oleh sampah," tuturnya.
Nana optimistis, ke depan Muara Karangtirta bakal menjadi kawasan objek wisata hutan mangrove yang indah dan bisa mengundang banyak wisatawan.