"Ritual pencucian ini, kami mengeluarkan empat alat musik gong besar dan gamelan. Semuanya kami cuci sebelum ditabuh pada puncak Maulid Nabi, "kata Ratu Raja Arimbi, selaku juru bicara Keraton Kanoman. Selasa (04/10/2022).
Beberapa benda peninggalan dakwah Sunan Gunung Jati ini, dibersihkan secara khusus menggunakan air kembang tujuh rupa, asem dan olesan serbuk bata merah.
"Pencucian ini, kami lakukan sebagai bentuk pembersihan diri jelang perayaan Maulid Nabi," katanya.
Seusai dicuci dan dibersihkan, lanjut Ratu, Gong Sekati dan seperangkat alat musik tradisional gamelan serta kemong tersebut, akan ditempatkan di bangsal sekaten. Gong yang masih berfungsi dengan baik, akan dimainkan pada malam ini hingga malam puncak perayaan maulid Nabi.
"Setelah dilakukan pencucian, semua alat musik tradisional disimpan di bangsal sekaten. Dan sebagian dikeluarkan untuk dimainkan hingga malam puncak maulid Nabi nanti," tuturnya.
Air bekas pencucian sejumlah alat musik tradisional peninggalan Sunan Gunung Jati Cirebon ini, diyakini oleh masyarakat sebagai jimat. Sehingga, tidak heran masyarakat saling berebut air, pada prosesi pencucian Gong Sekati ini.
"Warga meyakini, air bekas siraman gong sekati ini barokah, dan kerap disebut dijadikan air keramat untuk siramkan ke lahan pertanian agar subur dan hasil panennya bagus," ucapnya.