Menurut Edi, masjid pada dasarnya dibangun harus memberikan rasa nyaman kepada jemaahnya. Apalagi, Masjid Al-Jabbar kabarnya bakal memiliki museum empat nabi, yaitu Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Yunus, dan Nabi Nuh. "Apa pun masalahnya, solusinya kembali ke masjid," ujar Edi.
Edi menjelaskan, fungsi masjid tidak hanya sekedar untuk ibadah. Lebih dari itu, masjid juga kini menjadi tempat untuk memobilisasi kekuatan umat. Bahkan, dahulu kala, masjid juga bisa difungsikan sebagai barak tentara.
"Oleh karenanya, disamping ibadah, nantinya harus ada fungsi dakwah dan fungsi pendidikan. Masjid Al Jabbar harus jadi percontohan," tutur Edi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar Iwan Suwanagiri mengatakan, Masjid Al-Jabbar yang hampir 100 persen rampung ini memiliki luas sekitar 25 hektare.
Menurut Iwan, proyek masjid prestisius yang menelan biaya Rp1 triliun lebih ini dibagi dalam empat tahap. Tahap I dari 2017-2018, tahap II 2019, tahap III pada 2020, dan sisanya dilakukan pada tahap IV.