Provinsi Jabar, tutur Kang Emil, menjadi gambaran betapa beratnya mengejar kekebalan komunal atau herd immunity yang ditargetkan terbentuk pada Desember 2021. Pemprov Jabar tengah mengejar target cakupan vaksinasi di tengah keterbatasan vaksin yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Jabar.
Kang Emil menuturkan, untuk menciptakan kekebalan komunal, 75 persen dari total 50 juta penduduk Jabar harus divaksin. Artinya, ada 37 juta jiwa warga Jabar yang menjadi target vaksin. Angka sebesar itu harus dicapai dalam waktu empat bulan sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kita sudah dikasih (vaksin) 18,6 juta dosis. Sudah disuntikan 14,4 juta atau 77,4 persen dari yang dikasih. Dosis pertama 25 persen atau 9,4 juta penduduk. Dosis kedua 5 juta," tutur Kang Emil.
Namun, ungkap Kang Emil, banyak kendala yang dihadapi daerah di Jabar, yakni distribusi vaksin yang belum proporsional untuk mendorong target vaksinasi tuntas akhir tahun ini.
Gubernur mengatakan, sesuai perhitungan, Jabar membutuhkan 15 juta dosis per bulan agar 37 juta warga Jabar bisa divaksin hingga akhir tahun ini. Suplai vaksin yang tidak proporsional menjadi kendala paling berat untuk mencapai target itu.