"Kita sedang mendapatkan ujian. Ini mengindikasikan pemerintah Arab Saudi menghitung betul ya potensi yang masih rawan jika jutaan manusia berkumpul," ujar dia.
Emil menerima keputusan yang diambil pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag). "Kami menerima keputusan itu dan memohon para calon haji bersabar. Insya Allah diganti tahun depan," kata Kang Emil.
Sementara itu, Kabid Haji dan Umrah Kantor Wilaya Kemenag (Kanwil Kemenag) Jabar Ajam Mustazam mengatakan, penundaan pemberangkatan ini karena pemerintah bertanggung jawab atas kenyamanan dan keamanan calon jemaah haji di tengah pandemi virus corona.
"Jadi pada prinsipnya kami sudah siap secara teknis. Tapi kan persoalannya menyangkut dua negara, Indonesia siap, tapi Arab Saudi belum siap," kata Ajam.