Tindakan lainnya, lanjut Kang Emil, berkoordinasi dengan Panglima TNI bahwa penanganan klaster Secapa AD akan dilakukan secara mandiri oleh TNI AD. "Sehingga kita hanya mengerjakan (penanganan) di luar kompleks, tracing kepada keluarganya, testing kepada warga di luar kompleks," kata Kang Emil.
Selain itu, dia bersama Panglima TNI dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pusat bersepakat untuk menggelar tes massal di sekolah-sekolah kenegaraan yang berada di Jabar. Tujuannya agar kasus Secapa AD tidak terulang.
Meski begitu, Kang Emil menyakini klaster Secapa AD tidak akan memicu lonjakan kasus terkonfirmasi positif di Provinsi Jabar. "Kelihatannya (kasus terkonfirmasi positif Covid-19) akan kembali di bawah 100 (kasus) lagi sesuai keterkendalian sebelumnya," kata dia.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengaku siap melaksanakan arahan Ridwan Kamil. Bahkan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung sudah menggelar tes Covid-19 kepada warga di sekitar kompleks Secapa AD.
"Hari Minggu besok juga ada pemeriksan tes swab. Baru ada 28 orang yang siap melakukan pemeriksaan, nanti dilaksanakan di balai kota, masyarakat lain juga masih didata, agar bisa melaksanakan tes," katanya.