Peralatan pun disiapkan dari mulai teknologi mencari korban bencana, mengobati, dapur umum, dan alat canggih yang bisa mengkonversi air kotor menjadi bisa diminum, drone bawah air, pelampung yang bisa diatur remote, dan lain-lain.
"Saya sudah perintahkan, simulasi penyelamatan tsunami harus segera dilakukan di selatan Jabar. Masyarakat harus paham, harus tahu. Kalau terjadi, early warning system, sudah harus tahu. Kepala BPBD harus lakukan simulasi," tutur Gubernur.
Terkait pencegahan, kata Kang Emil, penanaman pohon terus dilakukan. Provinsi Jabar memiliki program menanam 50 juta pohon yang telah dan sedang berlangsung. Pada akhir 2020 dimaksimlakan di areal kritis yang kalau hujan berpotensi mengalirkan air berlebih dan menyebabkan banjir di hilir.
"Saya ucapkan terimakasih. Semata mata kami ingin menyiasati takdir. Kebencanaan memang takdir, tapi kita harus menjadi masyarakat yang bisa bersiasat dengan takdir. Salah satunya selalu bersiap. Masterplan Jabar Tangguh Bencana kita punya. Itu akan berkonsekuensi pada anggaran yang akan kami perbanyak. Sehingga Jabar mulai tahun ini dan seterusnya menjadi provinis yang jauh lebih siap menghadapi bencana," kata Ridwan Kamil.