"Saya sangat prihatin ya karena di saat kita lagi susah ngurusin Covid-19, masih ada tindakan kriminal terorisme yang menyertai keseharian kita yang sudah cukup sulit," kata Kang Emil.
Sebelumnya aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu pagi.
Di lokasi ledakan bom bunuh diri ditemukan potongan tubuh dengan kondisi mengenaskan, badannya hancur bersama sepeda motor yang dikendarainya.
Hingga kini, 19 korban bom bunuh diri yang mengalami luka-luka sudah dirujuk ke sejumlah rumah sakit.