Mengomentari hasil survei yang memosisikan Ridwan Kamil sebagai wakil Prabowo Subianto dan unggul dari pasangan lain dengan elektabilitas 37,7 persen, Karim menilai pasangan Prabowo Subianto-Ridwan Kamil sebagai perpaduan tepat.
"Dalam pandangan saya, adalah perjudian politik yang berbahaya jika mereka yang tidak memiliki pengalaman menangani urusan publik maju sebagai capres atau cawapres," tutur Karim Suryadi.
"Sederhananya, jika calon berasal dari militer, dia harus memiliki pengalaman menduduki jabatan tertinggi, setidak-tidaknya berpengalaman menangani urusan pertahanan dalam lingkup nasional. Kalau datang dari sipil, dia memiliki pengalaman menangani urusan publik setidaknya selevel provinsi," ucapnya.
Diketahui, dalam simulasi, duet Prabowo Subianto-Ridwan Kamil mampu meraih elektabilitas sebesar 40,6 persen, sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Anies Baswedan masih stagnan di 37,9 persen.
Sementara, dalam simulasi pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil, duet ini tercatat mampu meraih dukungan 42,7 persen dan mengungguli pasangan Prabowo-Anies yang hanya 37 persen.
Dalam survei yang sama ketika responden diberikan pertanyaan terbuka (top of mind) terkait calon presiden, ada 5 nama yang paling menonjol, yaitu Ganjar Pranowo 14,1 persen, Prabowo Subianto 11,7 persen, Anies Baswedan 9,5 persen, Joko Widodo 4,7 persen, serta Ridwan Kamil 4,0 persen.
Sedangkan 48,8 persen responden mengaku belum mempunyai pilihan. Adapun untuk top of mind cawapres, nama yang paling menonjol adalah Sandiaga Uno 7,7 persen, Ridwan Kamil 6,2 persen, dan Anies Baswedan 4,9 persen.