Ridwan Kamil Berduka atas Jatuhnya Sriwijaya Air dan Longsor Cimanggung Sumedang

Agus Warsudi
Ucapan duka cita Gubernur Jabar Ridwan Kamil di akun media sosial. (Foto: Istimewa)

Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. 

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang per Minggu dini hari (10/1) mencatat korban luka 18 jiwa dan meninggal dunia 11.

Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. 

Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan. 

Pantauan BPBD setempat korban susulan dari petugas gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan warga yang menonton di sekitar lokasi. Sedangkan kerugian material, data sementara mencatat 1 jembatan dan beberapa jalan terputus akibat longsor. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sriwijaya Air Jatuh, Ini Kesaksian Nelayan Dengar Suara Keras di Pulau Laki

57 tahun lalu

Kunjungi Keluarga Pilot Sriwijaya Air SJ182, Bupati Bogor: Kami Siap Bantu

57 tahun lalu

Ini Penyebab Longsor Cimanggung Sumedang Menurut PVMBG

57 tahun lalu

Danramil dan Kasi BPBD Gugur saat Evakuasi Longsor di Cimanggung Sumedang

57 tahun lalu

Longsor di Cimanggung Sumedang, 11 Orang Tewas, 8 Dalam Pencarian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal