Sementara itu, Wakil Pimpinan KPK Saut Situmorang mengapresiasi rencana Ridwan Kamil untuk menduplikasi bus Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi milik KPK. Menurut dia, pencegahan tindak pidana korupsi dan edukasi memerlukan waktu dan harus terus bergerak, berjalan, serta berpindah dari daerah satu ke tempat lain.
“Filosofinya itu dulu. Kalau pak gubernur ingin, tentunya tinggal bagaimana kehadiran KPK di situ, kan nanti ceritanya pendidikan dan penindakan,” ungkap Saut.
Saut juga mengatakan, KPK tentu akan mendukung langkah Pemprov Jabar yang akan membantu KPK mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan korupsi.
“Ini jalan panjang yang kita harus berputar terus. Sekali lagi kalau mau di-copy saya bantu. Teknologinya ga canggih amat, bahkan bekas bus Jakarta-Bandung boleh. Yang penting kalau mogok dia berhenti sambil jelasin korupsi, software-nya sama,” ungkap Saut.