Realisasi investasi semester I tahun 2021 itu tersebar di sejumlah daerah. Kabupaten Bekasi Rp23,3 triliun, Karawang Rp13,8 triliun, Kota Bandung Rp8,0 triliun, Kabupaten Bogor Rp6,1 triliun, Subang Rp3,8 triliun, dan kota/kabupaten lain Rp17,5 triliun.
"Kami meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat bukan hanya fokus pada peningkatan nilai realisasi investasi, tapi juga memikirkan dan mengukur, seberapa besar kontribusi investasi itu terhadap serapan tenaga kerja," kata dia. Jangan sampai perputaran uang investasi ini hanya terjadi di kalangan elit, tapi tidak menyentuh masyarakat kebanyakan," ujarnya.
Ketua KAMMI Jabar mengingkatkan Pemprov Jabar, tantangan pandemi adalah, bukan hanya meningkatkan serapan tenaga kerja, tapi juga tidak menambah angka pengangguran baru.
"Perlu juga peran dinas tenaga kerja untuk mengintervensi peningkatan kualitas sumber daya tenaga kerja agar mampu bersaing dengan teknologi ketika investasi yang masuk didominasi industri padat modal," tutur Ketua KAMMI Jabar.