Ratusan Ulama Meninggal selama Pandemi, Ini Catatan RMI PBNU untuk Pemerintah

Riezky Maulana
ilustrasi korban corona meninggal (istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 207 masyaikh atau ulama meninggal selama pandemi Covid-19. Ratusan ulama yang meninggal selama pandemi itu tersebar di 110 pondok pesantren di Indonesia.

Data itu disampaikan oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma'aid Islamiyah (RMI) Nahdatul Ulama. Diketahui, masyaikh merupakan sebutan untuk kiai atau nyai dalam dunia pesantren.

Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma'aid Islamiyah (RMI) Abdul Ghofarrozin mengatakan, meninggalnya ratusan ulama akibat pandemi Covid-19 itu menjadi ancaman serius bagi kalangan pesantren dan Indonesia.

"Ancaman terhadap pesantren dan kyai berarti ancaman terhadap kelangsungan pendidikan agama dan karakter bangsa Indonesia," kata Abdul Ghofarrrozin dalam keterangan tertulis, Jumat (11/12/2020).

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

207 Ulama Meninggal selama Pandemi Covid-19

57 tahun lalu

Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional

57 tahun lalu

Rapat PBNU di Lirboyo Putuskan Muktamar ke-35 NU Segera Digelar untuk Akhiri Konflik

57 tahun lalu

Dukung Rais Aam dan Ketum, Pesantren Krapyak Imbau PBNU Hormati Otoritas Kiai Sepuh

57 tahun lalu

Polemik PBNU, Pertemuan Kiai Sepuh dengan Gus Yahya dan Rais Aam Digelar Tertutup di Jombang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal