Kemudian, ujar Cahyana, terlapor YM mengeluarkan benda mirip senpi jenis FN. Bahkan, terlapor YM meletuskan senjata itu sambil melontarkan ancaman. "Dia bilang, 'Sia tong macem-macem ka aing'," ujar Cahyana.
Seusai mengintimidasi, terlapor menyuruh korban Cahyana dan empat driver Ojol meninggalkan kafe. "Saya ke sini bersama dengan teman-teman untuk membuat laporan polisi karena kemarin saya mendapat pengancaman menggunakan senjata api," tutur Cahyana.
Cahyana mengatakan, masalah dengan YM berawal saat Cahyana dituduh mengajak rekan sesama Ojol untuk tidak beroperasi menarik penumpang akibat ada penyesuaian tarif baru untuk para Ojol.
Sebelum kejadian pengancaman, dia sempat ingin datang ke kantor perusahaan ojol untuk memberikan klarifikasi. Namun, justru Cahyana diminta oleh YM untuk bertemu di kafe yang menjadi lokasi pengancaman tersebut.
Korban Cahyana telah membuat laporan dengan terlapor YM ke Satreskrim Polrestabes Bandung. Laporan polisi Cahyana nomor laporan polisi LP/B/645/XI/2021/SPKT/Polrestabes Bandung/Polda Jabar.
Setelah membuat laporan, Cahyana menjalani pemeriksaan untuk pendalaman. Saat ini kasus pengancaman terhadap Cahyana, tengah dalam penyelidikan Satreskrim Polrestabes Bandung.