Protes Banjir Tanah Merah Tak Digubris, Warga Purwakarta Galang Aksi Tanda Tangan

Asep Supiandi
Wakil Ketua RW 12 Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, menunjukkan surat pernyataan sikap yang ditandatangi para Ketua RT, RW, dan warga. Foto: iNews.id/Asep Supiandi 

PURWAKARTA, iNews.id - Sejumlah warga di Kabupaten Purwakarta menggalang tanda tangan untuk mendesak Bupati Purwakarta, mengkaji ulang perizinan klaster di RW 07 Kelurahan Munjul Jaya. Mereka merasa kesal lantaran protesnya tak pernah digubris atas banjir tanah merah akibat proyek gali uruk klaster pekan kemarin.

Tidak hanya warga yang menandatangani surat pernyataan sikap itu, melainkan juga para ketua RT di wilayah RW 12 Kelurahan Munjul Jaya, RW 12 Kelurahan Nagri Kaler dan RW 13 Kelurahan Ciseureuh. Mereka menilai proyek klaster akan berdampak luas terhadap permukiman. Selain itu, ancaman banjir lebih parah akan terus membayangi selagi tidak ada penanganan serius dari pemerintah.

Menurut warga, lahan yang digunakan untuk proyek pembangunan klaster memiliki fungsi serapan air. Begitu nanti sudah menjadi klaster maka fungsi itu akan hilang. Semuan air hujan akan mengalir tak terbendung ke wilayah hilir, yakni permukiman di RW 12 Kelurahan Munjul Jaya, RW 12 Kelurahan Nagri Kaler dan RW 13 Kelurahan Ciseureh.

"Kami sengaja menggalang tanda tangan ini agar menjadi perhatian pemerintah. Katanya ijin perumahan sudah tidak ada, kok malah muncul klaster yang dibangun di wilayah hulu permukiman. Makanya kami desak agar perijinan klaster dikaji ulang. Jika melanggar, pemerintah harus berani mencabut," kata Wakil Ketua RW 12 Kelurahan Nagri Kaler, Teda Agustika kepada MNC Portal Indonesia, Senin (26/1/2021).

Warga di tiga RW tersebut juga sangat menyayangkan sikap kelurahan yang terkesan kurang respons. Baik Lurah Munjuljaya, Nagri Kaler maupun Ciseureuh tak ada satu pun dari mereka menunjukkan sikap empatinya. Minimal, ujar Teda, melihat langsung kondisi di permukiman pascabanjir tanah merah. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Tanah Merah ke Permukiman, Warga Ciseureuh Purwakarta Protes Pembangunan Klaster

57 tahun lalu

Banjir Rendam Rumah Warga Padalarang, Pemda KBB Minta Perhatian KCIC

57 tahun lalu

Banjir di OKU Capai 3 Meter, TNI Polri Terjun Bantu Warga Evakuasi Barang Berharga

57 tahun lalu

Presiden Jokowi Resmikan 3 Kolam Retensi, Kang Ace: Diharapkan Banjir di Bandung Teratasi

57 tahun lalu

Banjir Karawang, Air Setinggi 3 Meter Rendam Desa Karangligar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal