Kadistan Kabupaten Bandung menilai pasar-pasar potensial baru itu berada di luar negeri. Pasalnya, pemasaran kopi di dalam negeri sudah berjalan mulai ke kafe-kafe dan lainnya.
"Petani harus punya kemampuan ekspor kopi ke luar negeri, di antaranya ke Australia, Jepang, Eropa, Karibia, Maroko, Turki, dan negara lain. Ada delegasi dari kementerian yang datang ke Turki. Para pengusaha Turki sangat antusias. Karena Turki merupakan gerbang pemasaran bagi seluruh produk untuk Afrika Utara dan Eropa," tutur Kadistan Kabupaten Bandung.
Perwakilan dari Turki, kata Tisna Umaran, pun sempat datang ke Kabupaten Bandung untuk meninjau perkebunan kopi. Mereka juga tertarik dengan produk busana muslim asal Kabupaten Bandung.
Karena itu, para pengusaha didorong untuk memanfaatkan momen tersebut. Nanti, Pemkab Bandung pun bakal meneken nota kesepahaman terkait kerja sama.
"Jadi harus dari pebisnis atau dunia usaha. Bisa saja Kadin atau pengusahanya. Atau bila memungkinkan BUMD yang bergerak di bidang perdagangan bisa menjadi fasilitas pemerintah dalam bidang usaha," kata Tisna.