"Saya udah cantumkan nomer rekening. Mudah-mudahan bisa terkumpul, dan Jumat kami salurkan," ujar Yulian.
Sementara itu, Yulian menyebut, aksi pemukulan itu berawal dari adanya kesalahpahaman. Sebelum pemukulan, si kakek memang diketahui mengambil dompet milik pedagang sayur.
"Karena terlihat mencurigakan dan berada di lokasi hilangnya tas, dia lalu dibawa ke Balai Desa Cibogor," kata Yulian.
"Awalnya kakek tidak mengaku, namun lama kelamaan setelah didesak, kakek akhirnya mengaku bahwa dia yang mengambil tas/dompet tersebut," kata dia.
Versi lain, jelas dia, menyebutkan si kakek mengaku menemukan tas/dompet yang tergeletak, tanpa tahu siapa pemiliknya. Setelah diambil, sang kakek menaruhnya di tumpukan daun.
"Lalu dibawa lah si kakek ini ke balai desa. Dia mengaku menemukan, bukan mencuri. Saat dilakukan pengecekan pun, isi dompet/tas itu dalam keadaan utuh, tidak ada yang hilang," ucap dia.
"Sekarang permasalahan sudah clear, diselesaikan secara kekeluargaan. Tim kami (besok Senin) dapat keterangan dari dua sumber," ujarnya.