Pria dari Keluarga Miskin Ini Jadi Jutawan Berkat Bisnis Cicak

Anton Suhartono
Pekerja sedang membersihkan cicak yang akan diekspor ke China sebagai bahan obat. (Foto: istimewa)

Lantaran permintaan semakin tinggi, Lentivanon mulai kerepotan. Dia akhirnya membuka akun Facebook yang intinya bersedia membayar cicak dari siapa pun.

Lentivanon mematok harga siap membayar 300 baht per kilogram cicak atau sekitar Rp138.000 atau 300.000 baht (Rp138 juta) untuk 1 ton.

Iklan Lentivanon di Facebook itu disambut banyak netizen yang menjual banyak cicak kepadanya, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Cicak hidup dan mati tentu dihargai berbeda, lebih mahal yang masih hidup.

Semua cicak itu lalu dikeringkan oleh Lentivanon. Dia juga mendapat kiriman alat pengering khusus dari rekannya. Setelah itu cicak-cicak yang sudah dikeringkan dijual ke penadah dan dikirim ke China untuk dijadikan obat.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pria Ini Jadi Jutawan dari Bisnis Cicak

57 tahun lalu

Kisah Pilu Keluarga Kurang Mampu di Pasuruan, 2 Tahun Tinggal di Toilet Umum

57 tahun lalu

Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati

57 tahun lalu

Pilu, 2 Keluarga Miskin di Pandeglang Diusir Pemilik Tanah gegara Tak Pilih Caleg Tertentu

57 tahun lalu

Modus Bisnis Sarang Burung Walet, Pria di Bangka Tengah Tipu Korban hingga Ratusan Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal