"Jadi, kami harapkan (produksi padi) tidak turun tetapi naik dari 1,3 juta ton menjadi 1,8 juta ton untuk Kabupaten Indramayu," kata Presiden Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Doni Ahmad Munir dan masyarakat Sumedang yang telah merelakan airnya untuk mendukung produksi pertanian di Kabupaten Indramayu. "Tadi Pak Bupati Sumedang bilang ikhlas pak, ikhlas pak," ujar Jokowi.
Presiden menuturkan, luas genangan air Bendungan Sadawarna, 680 hektare dan mampu mengairi lahan pertanian seluas 4.280 hektare.
Keberadaan bandungan atau waduk, ujar Jokowi, akan mendukung peningkatan produktivitas padi dan tanaman holtikultura. Kondisi tersebut akan ikut membantu mempertahankan ketahanan dan kemandirian pangan. "Manfaat lain (bendungan) untuk wisata, pembangkit listrik, dan ketersediaan air baku," tutur Presiden.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Nina Agustina menyatakan, akan berusaha meningkatkan surplus padi sebanyak 1,3 juta ton menjadi 1,8 juta per tahun untuk 2023.
Sesuai perintah Presiden, kata Nina, akan mengerahkan jajaran untuk mengejar target surplus padi nasional sehingga predikat sebagai daerah penjaga ketahanan pangan nasional tetap dipegang.
"Ini semua tentu saja berkat kerja keras petani Indramayu. Saya sangat berterima kasih kepada mereka (petani). Semoga target 1,8 juta ton terpenuhi, kita berdoa bersama," kata Bupati Indramayu.