Meski begitu, Presiden Jokowi sempat menyapa masyarakat yang antusias menyambut kedatangannya. Bahkan, saat berada di mobil, Jokowi pun melambaikan tangan ke warga.
Seusai panen raya di Indramayu, Presiden Jokowi langsung bertolak ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Ssementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, panen raya di Indramayu menghasilkan gabah sangat bagus. "Panen raya kali ini sangat bagus, satu hektare lahan sawah menghasilkan 7 sampai 8 ton gabah kering. Ini kata petani ya," kata Syahrul.
Sementara itu, Kaedi, petani Desa Wanasari yang melihat dari dekat Presiden Jokowi melakukan panen raya padi secara simbolis mengatakan, petani menyampaikan aspirasi meminta bantuan alat komben untuk memanen padi.
Saat ini petani kesulitan untuk memanen padi karena kurangnya jumlah tenaga kerja. "Karena irigasi sedang diperbaiki, akibatnya air tidak sampai ke sawah di ujung sana. Jadi ada satu kelompok tani yang meminta bantuan pompanisasi. Alhmadulillah meng-acc-kan, ya akan dikirim," kata Kaedi.
Kaedi mengemukakan, harga gabah saat ini stabil. Sebelumnya, harga gabah kering Rp3.500-Rp3.700 per kilogram. Saat ini stabil di harga Rp4.200 per kilogram. "Bapak Presiden juga tadi ngomong tidak ada impor beras dari luar sampai bulan Juni tahun ini," ujar Kaedi.