Sarmini mengatakan, Ikbal sempat mengalami kejang sehari setelah dilahirkan. "Sehari setelah lahir Ikbal sering kejang. Setelah konsultasi dengan dokter anak dan dokter syaraf didivonis lambat pertumbuhan karena ada gangguan syaraf," kata Sarmini di rumahnya, Senin (12/4/2021).
Pengobatan rutin dijalani selama 2 tahun setelah lahir, tetapi sampai umur 6 tahun belum ada perubahan. "Kami pasrah mungkin sudah takdir kami seperti ini," ujarnya.
Setiap hari Ikbal hanya makan bubur instan, beras merah, dan susu kental manis. Asupan makanan yang lain tidak bisa dia cerna. "Kami masih beruntung masuk jadi KPM PKH dan mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran," tutur Sarmini.
Sarmini menuturkan, sebelum jatuh sakit, suami Endang Kusnadi bekerja sebagai buruh kuli serabutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. "Sudah lima bulan suami saya sakit gagal ginjal dan wajib cuci darah satu minggu sekali," ucapnya.
Sejak suaminya mengalami sakit gagal ginjal, sudah tidak ada lagi penopang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. "Setiap cuci darah saya harus keluar uang Rp750.000 hingga Rp1 juta untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi," ujar Sarmini.