“Jangan biarkan lahan kosong. Tanami. Bangun hidroponik. Siapkan produksi sendiri agar dapur-dapur tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” katanya.
Dia juga mendorong Ponpes Cipasung mengintegrasikan pengembangan pangan dengan program santripreneur agar santri menjadi produktif dan mandiri secara ekonomi.
Khodimul Majelis Zikir dan Sholawat Cipasung KH Deni Sagara menjelaskan bahwa gerakan pangan Ponpes Cipasung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sekitar. Banyak warga mulai memelihara ayam petelur dan memanfaatkan lahan kosong sebagai kebun sayur.
“Di Cihaur, ada space di atas kolam yang dijadikan kandang ayam. Satu rumah, dua rumah, mulai kelola ayam petelur dan tanaman hidroponik,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari salah satu kiai Jatman Tasikmalaya yang menyiapkan 25 hektare lahan di Sodong. Lahan tersebut akan ditanami pisang untuk memenuhi kebutuhan MBG yang dikelola Ponpes Cipasung.