Kapolresta menjelaskan, program ini bertujuan membantu warga mendapatkan beras murah sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di tingkat konsumen. Selain di Mapolsek, penjualan juga akan hadir di titik layanan SIM keliling.
"Warga yang mengurus perpanjangan atau pembuatan SIM bisa sekaligus membeli beras murah di tempat," ucapnya.
Polri juga berperan dalam mengawal distribusi agar tidak terjadi spekulasi harga, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Selain gerakan pangan murah, Polresta Bandung juga menanam jagung di lahan seluas 8,6 hektare, terdiri atas 4 hektare lahan baku sawah (LBS) dan 4,6 hektare lahan non-LBS.
Aldi menyebutkan, produktivitas jagung diperkirakan 7,5 ton per hektare sehingga total hasil panen bisa mencapai sekitar 64,5 ton. Penanaman dilakukan dengan sistem tumpang sari agar petani dapat menanam tanaman lain di sela jagung untuk menambah penghasilan.
“Ini sangat baik, karena bisa menambah penghasilan petani,” ujar Aldi.