"Hari ini (Sabtu 18/7/2020), hasil autopsi keluar dari rumah sakit. Kami akan dalami dan cocokkan dengan alat bukti yang ditemukan," tutur AKP Agta.
Aulia sebelumnya ditemukan tak bernyawa dalam tandon penampungan air yang berada di lantai 3 sekaligus atap rumah kontrakan keluarganya, Kampung Babakan DKA RT 02/08, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.
Bocah perempuan malang itu ditemukan ayah tirinya, Hamid Arifin (25), dan dua paman tiri korban, RF (13) dan IH (8). Hamid Arifin lalu melapor kepada ketua RT setempat. Selanjutnya ketua RT melapor ke Polsek Cicalengka.
Setelah dievakuasi ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, penyelidikan dan penyidikan kasus kematian korban Aulia diambil alih Satreskrim Polresta Bandung. Penyidik menduga telah terjadi pembunuhan terhadap Aulia. Sebab, anak sekecil itu tidak mungkin naik ke atas lantai tiga rumah dan menceburkan diri ke tandon berisi 500 liter air.
"Anak kecil ga mungkin bisa naik ke situ. Ada dugaan pembunuhan, tinggal kami cari tersangkanya," kata Kasat Reskrim AKP Agta.