Polres Sukabumi Kota Rangkul Geng Motor lewat Rumah Kreatif Milenial

Kastolani Marzuki
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menunjukkan senjata tajam yang digunakan anggota geng motor. (Foto: Humas Polres Sukabumi Kota)


“Mereka ingin menunjukkan show force di jalanan, main bacok dan terus kabur meninggal korbannya. Sungguh, miris banget melihat keadaan seperti itu. Kenapa anak-anak muda yang harusnya belajar dan punya sifat idealis, disiplin, dan sebagainya, malah berkelakuan seperti kriminal. Makanya, kami mencoba menyentuh aspek-aspek kehidupannya. Salah satunya dari sisi ekonomi dan sosial,” ujar AKBP Sumarni yang pernah bertugas di KPK selama empat tahun sampai 2015.

AKBP Sumarni menuturkan, untuk merangkul dan membina anak-anak geng motor tersebut, pihaknya berusaha mengakomodir mereka, menjadikan mereka keluarga, serta membina perilaku mereka yang kurang santun. 

Karena itu, Polres Sukabumi Kota melakukan pembinaan melalui Bimas Polres Sukabumi Kota yang bekerja sama dengan tokoh ulama di Sukabumi. Salah satunya adalah melibatkan KH M Fajar Laksana, tokoh ulama sekaligus Ketua II MUI Kota Sukabumi. Lewat sentuhan Kiai Fajar itulah anak-anak geng motor mendapat pendidikan agama dan pendidikan moral.

Menurut AKBP Sumarni, setelah melewati fase itu, anak-anak geng motor tersebut kemudian mendapatkan pelatihan kewirausahaan seperti pelatihan jumputan, batik ekoprint, membuat telor asin, membuat sablon kaos, barista kopi, dan membuat makan minum. Bahkan, ada pula yang mendalami seni budaya seperti tari.

Secara keseluruhan anak-anak geng motor binaan Polres Sukabumi Kota itu terdiri dari tiga gelombang di mana  gelombang pertama berjumlah 30 orang, gelombang kedua 30 orang, dan gelombang ketiga 40 orang.

Untuk pelatihan anak-anak geng motor itu, Polres Sukabumi Kota juga mendatangkan mentor pengrajin jumputan dari Yogyakarta dan juga salah satu anggota Dekranas Pusat.

“Alhamdulillah, produknya bagus-bagus dan kita pamerkan baik di offline maupun di online. Kami juga buat pasar online untuk menampung produk-produk mereka selain pelaku UMKM di Sukabumi. Kami melakukan beberapa kali pameran, market place, RKM, dan hotel-hotel. Banyak yang bilang produk mereka bagus-bagus. Ternyata kreativitas mereka tidak kalah dari yang lain. Makanya, perlu sentuhan dan perlu wadah yang bisa mengakomodir. Selama kita bina, tidak satu pun dari mereka yang bentrok,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sukabumi Dadang Kuswandi menyambut baik upaya pembinaan yang dilakukan Polres Sukabumi Kota terhadap anak-anak geng motor tersebut. Karena itu, dia merelakan salah satu tempat di Aku Cantik Villa miliknya untuk dijadikan Rumah Kreatif Milenial.

“Program seperti itu harus kita dukung demi keamanan di Sukabumi. Makanya, saya sangat senang tempat saya bisa menjadi lokasi Rumah Kreatif Milenial yang menjadi wadah kreatifivitas anak-anak muda Sukabumi, termasuk para mantan geng motor,” ujar Dadang. Kastolani Marzuki

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aniaya dan Teror Warga, 4 Anggota Geng Motor di Sukabumi Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Geng Motor di Sukabumi Tebar Teror, Rumah Warga Dirusak dan Aksi Vandalisme

57 tahun lalu

Kronologi 2 Pemotor Wanita Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut di Sukabumi, 2 Wanita Muda Tewas Tersambar KA Pangrango

57 tahun lalu

2 Anggota Geng Motor Sadis di Makassar Ditangkap, Terancam 20 Tahun Bui

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal