"Kami masih kumpulkan alat bukti," katanya.
Para korban ini tertipu lantaran tertarik dengan tawaran harga wedding organizer yang ditawarkan dengan harga yang murah atau diskon hingga lima puluh persen. Pelaku mempromosikan diri melalui media sosial.
Modus pelaku terungkap saat para korbannya akan mendekati tanggal dan bulan pernikahan, namun pihak wedding organizer tersebut hilang komunikasi. Alasannya sedang dirundung duka.
Setelah ditelusuri, ternyata wedding organizer tersebut tidak memiliki kantor dan tempat kerja. "Kami masih terus kembangkan," kata Juang.