Kemudian, ribuan butir peluru tajam kaliber 7,79 mm dan 9 mm, sejumlah detonator pemicu TNT, dan granat. Kemudian, sepucuk senjata api laras panjang. "Jenis senjata yang diamankan laras panjang. Mereknya masih didalami," tutur Kabid Humas Polda Jabar.
Sementara itu, saat ini, bangunan tua lokasi penemuan bahan peledak tersebut masih dipasangi garis polisi. Petugas masih mendalami kasus, terutama untuk menguak siapa pemilik bahan peledak dan senpi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri pun turun tangan untuk mendalami kasus ini guna memastikan terkait tindak pidana terorisme atau tidak.
Petugas Polrestabes Bandung dan Polda Jabar, tutur Kabid Humas Polda Jabar, akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan sehingga diketahui dari mana sumber bahan peledak itu.
Disinggung apakah ada hubungan dengan tindak pidana terorisme? Kabid Humas menyatakan, sampai sekarang belum ada indikasi ke arah itu.
"Jadi kami lakukan pendalaman lebih detil lagi, sehingga kita bisa mengetahui sumber dan asal usul material itu (bom, peluru, dan senpi). Sampai sekarang belum ada hubungan dengan teroris," ujar Kabid Humas.