“Saya lihat kolam ikan yang pakai Aerator itu dan saya rasa Aerator itu mengeluarkan udara, 02. Kemudian berinisiatif, liat-liat literatur di internet, liat juga bahayanya. Saya pertimbangkan. Maka dari itu saya pakai air untuk memfilter kalau ada debu atau apa yang keluar dari aerator. Dari sanalah akhirnya saya bikin alat bantu ini,” kata Agus.
Kini, ‘karya’ temuannya tidak hanya bermanfaat bagi keluarganya saja. Tidak sedikit warga di Kecamatan Talaga yang juga merasakan manfaat buah karya dari sang polisi itu.
“Banyak yang minta saran, jadi saya berbagi ilmu aja. Memang bukan medis, tapi saya punya pengalaman yang saya alami sendiri,” ujar dia.
Untuk membuat alat bantu pernapasan sederhana itu, jelas dia, tidak membutuhkan modal yang banyak. Pasalnya, beberapa barang bisa menggunakan ‘limbah,’ yang ada di rumah. Modal yang dibutuhkan untuk membuat alat pernapasan itu di antaranya untuk membeli Aerator dan Selang.
“Selang beli 1 meter Rp5 rebu. Botol bisa menggunakan bekas air mineral,” jelas dia.
Sementara, botol air mineral untuk alat bantu pernafasan buatan Agus itu terdapat dua lubang. Satu lubang untuk selang yang menyambung ke aerator dan satu lubang lagi untuk selang yang disambungkan ke hidung. Untuk selang yang disambungkan ke Aerator, dibiarkan masuk ke dalam air. Adapun satu selang lagi, meskipun masuk ke dalam botol, tetapi tidak masuk ke dalam air.