Setelah merampas ponsel, pelaku kabur. Sedangkan korban mengadukan aksi penodongan itu ke warga sekitar, tetapi tidak ada respons. Padahal pelaku belum tancap gas dari lokasi kejadian. Korban yang syok dan trauma, langsung menangis.
"Akibat kejadian tersebut, anak saya kehilangan satu ponsel dan uang. Aksi kejahatan di kawasan tersebut juga sering terjadi. Saya berharap petugas kepolisian dapat menangkap pelaku guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," kata TM, ayah korban.
FK, ibu korban mengatakan, tindak pidana penodongan dan perampasan itu dialami anaknya pada Rabu (23/3/2022) lalu sore di Jalan Pungkur, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
"Anak saya lagi jalan kaki pulang sekolah, enggak megang HP. Dia disergap dua orang, satu dari belakang, satu lagi dari depan. Yang depan itu nodong pakai pisau," kata FK kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (25/3/2022).
FK menyatakan, anaknya sempat meminta tolong ke warga sekitar lokasi kejadian, tetapi tidak ada yang mau menolong. Kasus penodongan ini telah dilaporkan ke Polsek Regol, Kota Bandung. "Tidak ada yang nolong satu pun, padahal di sana banyak orang," ujarnya.