Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa, menyebutkan telah mengingatkan pengelola PLTA Saguling agar menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak gempa bumi. Ini dikarenakan pipa intake berada di atas jalur sesar Cimandiri.
"Kami sudah komunikasi dengan pengelola Saguling dan BPBD Jabar suapaya mereka (PLTA Saguling) menyiapkan mitigasinya," ucapnya saat melakukan sosialisasi di Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, KBB.
Dijelaskannya, panjang Sesar Cimandiri mencapai 100 kilometer. Membentang dari kawasan Padalarang, KBB, hingga Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Sesar ini juga melewati objek vital PLTA Saguling tepatnya berada di bawah pipa intake.
"Sesar Cimandiri ini belum diketahui prediksi kejadian gempa berulangnya setiap berapa tahun sekali. Terakhir pergeserannya terjadi tahun 1900 dengan magnitudo 7," sebutnya.