“Jumlah pemilih di Jabar kan 33,2 juta orang, paling banyak se-Indonesia dan mengalahkan Jawa Timur yang berjumlah 31 juta. TPS-nya paling banyak 138 TPS,” katanya.
Para petugas KPPS yang meninggal dunia berasal dari 16 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Jabar, di antaranya Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya.
Kemudian, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi, Kabupaten Majalengka, dan Kota Bandung.
Banyaknya jumlah petugas yang meninggal dunia menjadi bahan evaluasi bagi KPU dalam pelaksanaan Pemilu yang akan datang. Evaluasi itu mencakup durasi waktu pelaksanaan Pemilu.
“Ini kan Pemilu serentak yang pertama. Salah satunya berdampak ternyata ke petugas di tingkat TPS,” katanya.
Dia mengatakan, KPU mengupayakan agar langkah antisipasi ada petugas yang meninggal dunia dilakukan di tingkat kabupaten/kota. Diketahui, saat ini rekapitulasi surat suara sedang berlangsung di tingkat kecamatan oleh petugas PPK. Karena itu, KPU akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan petugas kesehatan di setiap kecamatan.
“Petugas PPK ini juga sama seperti petugas KPPS, mereka maraton, tidak ada jeda, durasi pelaksanaan rekapitulasi pukul 8 sampai pukul 9 malam, berarti 10 jam. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi lagi yang meninggal dunia, kita harapkan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan petugas kesehatan di setiap kecamatan. Jadi cek dulu yang yang kelelahan,” katanya.