BANDUNG, iNews.id – Jumlah petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas penghitungan dan rekapitulasi surat suara Pemilu 2019 di 16 kabupaten/kota di Jawa Barat (Jabar) sudah mencapai 30 orang. Sementara itu, 14 petugas KPPS masih dalam perawatan akibat kelelahan.
Kematian para petugas KPPS membuat Jabar dan Indonesia berduka. Selain di Jabar, sejumlah petugas KPPS di berbagai daerah di Indonesia juga meninggal dunia. Data yang diperoleh, jumlah petugas yang meninggal dunia saat menjaga kotak suara di TPS sebanyak 54 orang.
54 Petugas Pemilu Meninggal karena Kelelahan Proses Penghitungan Suara
Khusus di Jaabar, korban terbanyak berada di Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah tiga orang. Selain itu, sembilan orang petugas KPPS di kabupaten ini masih dirawat karena kelelahan saat menjelang Pemilu, hari H dan usai Pemilu 2019.
“Jumlah korban di Jabar bertambah, memecahkan rekor, paling banyak 44 orang. Sementara se-Indonesia 88 orang. Semuanya karena faktor kelelahan. Kalau dari range umur sudah berumurlah,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Rifki Ali Mubarok, Senin (22/4/2019).
KPU Bahas Besaran Santunan untuk Anggota KPPS Meninggal saat Bertugas
Rifki mengatakan, faktor kelelahan menjadi penyebab para petugas KPPS meninggal dunia. Seba, para petugas harus bekerja keras melakukan penghitungan suara di sejumlah TPS dengan jumlah pemilih yang besar.