"Ternyata saat ini hujan masih terus turun, jadinya tembakau yang dipanen gak bisa dijemur dan membusuk sehingga tidak bisa dijual," ujar Agus Rianto.
Beberapa lahan tembakau yang terancam gagal panen terletak di Kecamatan Ngamprah, sebagian Cililin, dan Gununghalu. Daun tembakau busuk bisa dicegah jika petani memiliki dryer tobacco machine atau alat pengering tembakau kapasitas besar. Namun para petani tidak punya alat tersebut.
"Kami berharap ada bantuan alat pengering supaya bisa mencegah gagal panen. Kalau hitungan sampai gagal panen hingga 15 hektare di akhir tahun nanti, bisa mencapai Rp150 juta," sebutnya.