Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sepekan Jelang Idul Adha Harga Minyak Goreng di KBB Mulai Turun
Advertisement . Scroll to see content

Pedagang di KBB Khawatir Hewan Kurban Terpapar PMK dengan Perantara Manusia

Sabtu, 02 Juli 2022 - 16:16:00 WIB
Pedagang di KBB Khawatir Hewan Kurban Terpapar PMK dengan Perantara Manusia
Pedagang khawatir hewan kurban yang dijual terpapar PMK melalui perantara manusia. (Foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG BARAT, iNews.id - Penjual hewan kurban mengaku was-was jika ternak mereka sewaktu-waktu bisa terpapar wabah penyakit kuku dan mulut (PMK). Pasalnya virus PMK ini bisa ditularkan melalui perantara manusia dari hewan satu ke yang lain dengan cepat, walaupun manusianya tidak akan terpapar. 

"Yang kami waspadai, pembeli itu kan sudah keliling liat-liat hewan dari satu kandang ke kandang lain. Tanpa disadari mereka jadi perantara virus PMK maka ternak kami bisa saja tertular," kata Agus Sumartono, penjual hewan kurban asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (2/7/2022).

Penjual sapi kurban kelas premium ini terpaksa harus melakukan antisipasi dengan memasang semprotan cairan disinfektan di pintu masuk menuju kandang sapinya. Sehingga pembeli yang akan melihat koleksi sapinya akan disemprot cairan disinfektan untuk memastikan mereka terbebas dari virus. Selain itu kandang juga disemprot setiap harinya dengan disinfektan supaya terbebas dari virus.

Di kandang miliknya terdapat 10 ekor sapi jenis Simental yang akan dijual untuk hewan kurban tahun ini. Bobotnya bervariasi dikisaran 500 kg hingga 850 kg, dengan harga jual antara Rp40 juta sampai Rp70 juta. Bahkan tahun lalu ada salah satu sapinya yang berbobot hampir 1 ton dibeli oleh Presiden Jokowi sebagai hewan kurban. 

"Jadi kebayang kalau misalnya sapi-sapi itu kena PMK dan sakit atau harus dipotong paksa, berapa kerugian yang harus ditanggung. Makanya sebagai antisipasi pembeli yang mau liat harus disemprot disinfektan dulu sebelum masuk ke kandang," Ujar Agus. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut