Petani di Tasikmalaya Mendadak Pindah Profesi, Ini Pekerjaan Barunya saat Puasa

Asep Juhariyono
Warga dan petani di Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, membaur mengolah buah kolang kaling untuk segera dipasarkan. (Foto: iNewsTv/Asep Juhariyono)

Sementara itu, proses pengolahan buah kolang kaling hingga bisa dikosnumsi terbilang cukup panjang. Setelah mengambil buah dari pohon, para petani mengumpulkannya di sekitar pohon atau sengaja dibawa ke pinggi jalan. Sehingga mempemudah penjualan kepada bandar yang biasa datang ke perkampungan. 

Adapun untuk proses pengolahan kolang kaling melalui proses panjang, buah yang sudah dipetik di rontokan dari batangnya terlebih dahulu. Setelah itu buah dimasukan ke dalam drum untuk direbus selama satu setengah jam. Setelah dirasa matang, buah kolang kaling ini lalu dikupas yang kemudian mereka jual pada seorang bandar yang berada di Desa Kandangsari.

Begitu proses itu dilewati, kolang kaling di pasar tradisional dapat dibeli dengan harga antara Rp 10.000-Rp 15.000/kg, tergantung dari kualitasnya. Kolang kaling banyak dikonsumsi sebagai makanan tambahan saat berbuka puasa terutama untuk bahan utama kolak ataupun manisan.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perlu Proses Panjang agar Kolang Kaling Aman Dikonsumsi, Begini Cara Mengolahnya

57 tahun lalu

Arus Balik lebaran di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar di Hari Pertama Kerja

57 tahun lalu

Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Macet, Jangan Tunggu Puncak Arus Balik

57 tahun lalu

Kunjungi Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Wapres Gibran Takjub Santri Kuasai AI 

57 tahun lalu

3 Tempat Wisata di Tasikmalaya dengan Spot Foto Instagramable Terbaik!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal