Perlu Proses Panjang agar Kolang Kaling Aman Dikonsumsi, Begini Cara Mengolahnya
PURWAKARTA, iNews.id - Selain kurma, kolang kaling menjadi buah yang paling diburu saat bulan suci Ramadan. Buah yang bermanfaat untuk kesehatan ini menjadi olahan favorit masyarakat Indonesia saat berbuka puasa.
Namun siapa sangka, perlu peroses panjang agar buah yang berasal dari pohon aren ini dapat dikonsumsi dengan aman. Jika tidak diolah secara benar, maka akan sangat berbahaya.
"Jadi setelah dipetik kolang kaling ini gak bisa dimakan begitu saja, harus diolah dulu. Buahnya sangat bergetah. Kalau gak diolah bisa bahaya, rasanya juga gak enak," kata Ooy (52) perajin kolang kaling saat disambangi MNC Portal di rumahnya di Kampung Karang Anyar, Desa Cibuntu, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Minggu (18/4/2021).
Mengolah buah aren agar dapat dikomsumsi harus melewati proses yang cukup melelahkan. Paling tidak dibutuhkan waktu 4-5 hari untuk sekali produksi. Mulai dari pemilahan buah, pengupasan, perebusan dan pemipihan serta perendaman. "Semua proses yang panjang ini harus dilalui secara bertahap dan berurutan," ujar Ooy.
Tahap pertama, kolang kaling yang baru dipetik dari pohon harus dipisahkan terlebih dahulu dari tangkainya mengunakan golok atau parang tajam. Karena termasuk dalam jenis palmae, buah pohon aren ini diselimuti kulit yang cukup keras seperti kelapa, meski bentuknya jauh lebih kecil. Setelah lepas dari tankai, kolang kaling direbus di atas tungku dengan api besar agar melunak dan mudah dikelupas, sekaligus menghilangkan getah.