Perusahaan di Jabar Ekspor Jas ke AS dan Korsel, Wagub: Geliat Ekonomi Terlihat

Agung Bakti Sarasa
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum melepas ekspor setelan jas PT Daese Garmin ke Amerika Serikat dan Korea Selatan di Jalan H. Ibrahim Adjie, Kota Bandung. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Lebih lanjut Uu juga mengingatkan masyarakat untuk tetap beraktivitas dan produktif dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan pemulihan ekonomi saat ini.

"Masyarakat Jawa Barat diharapkan terus bergerak dalam bidang ekonomi, bergerak mencari rezeki dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," tutur Wagub Jabar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jabar Saipullah Nasution mengatakan, PT Daese Garmin merupakan perusahaan yang masuk dalam kawasan berikat.

Artinya, kata Saipullah, perusahaan tersebut mempunyai kemudahan fiskal yang diberikan pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI) pada perusahaan dalam negeri dengan orientasi ekspor.

Menurut Saipullah, Provinsi Jabar terus berkontribusi dalam angka ekspor nasional. Ekspor PT Daese Garmin sebanyak empat kontainer ke Amerika Serikat dan Korea Selatan itu pun dinilainya sangat baik.

"Sampai dengan bulan ini (ekonomi) Jawa Barat tetap unggul di seluruh Indonesia, bisa bertahan karena ini tergambar dari aktivitas semua industri yang bisa tetap berjalan," kata Saipullah.

Diketahui, PT Daese Garmin bergerak di industri manufaktur padat karya yang fokus memproduksi setelan jas untuk diekspor ke Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Korea Selatan, Australia, hingga Uni Emirat Arab dengan jumlah pekerja mencapai kurang lebih 2.000 orang.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Industri China Mulai Menggeliat, BI Optimistis Ekonomi Jabar Bakal Membaik

57 tahun lalu

Resesi, Ekonomi Jabar Kuartal III Minus 4,08 Persen

57 tahun lalu

Pemprov Jabar Matangkan Konvoi Persib Juara, Wagub: Jangan Ada Kerusuhan Lagi!

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan

57 tahun lalu

Buntut Viral Bayi Tertukar, RSHS Bandung Didesak Investigasi Kelalaian Perawat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal